Mencermati Tanggal Kedaluwarsa Produk Pangan

Kehidupan di dunia ini tidak ada yang kekal abadi, semua memiliki batas waktu yang telah ditentukan. Demikian juga halnya dengan makanan dan minuman dalam kemasan, yang sebelum diedarkan di pasaran telah ditetapkan batas usianya.

Penetapan batas usia produk diperoleh dengan cara melakukan uji ketahanan pangan terhadap waktu, dan mengamati perubahan-perubahan yang terjadi maupun perubahan-perubahan yang mungkin terjadi dalam rentang waktu tertentu, sehingga kemudian produsen pangan kemasan bisa mengetahui dan menetapkan berapa lama usia produk layak dikonsumsi.

Batas usia produk umumnya dicantumkan pada bagian luar kemasan agar konsumen dapat mengetahui jangka waktu produk tersebut aman dikonsumsi. Ada 2 versi penetapan informasi batas umur produk, yaitu berupa tulisan : ‘Expired Date’ atau ‘Best Before’, masing-masing memiliki kriteria penetapan batas umur produk yang berbeda.

‘Expired Date’ (atau dengan singkatan ED), yang terkadang ditulis dalam bahasa Indonesia : ‘Kedaluwarsa’, dan diikuti dengan informasi waktu, berupa tanggal, bulan, dan tahun, menandakan bahwa pada tanggal/bulan/tahun tersebut produk mulai mengalami perubahan bentuk, warna, bau, penurunan nutrisi, atau mengeras dan mengering. Jika kita mengonsumsi makanan pada tanggal ‘expired date’ dikhawatirkan tidak aman bagi kesehatan seperti menyebabkan keracunan.

‘Best Before’ atau yang terkadang ditulis dalam bahasa Indonesia : ‘Baik Dikonsumsi Sebelum’, dan diikuti dengan informasi waktu berupa tanggal, bulan, dan tahun, menandakan bahwa kualitas produk sebelum tanggal ‘best before’ masih tetap dalam kondisi prima, namun setelah tanggal ‘best before’, bisa jadi produk yang dikemas tersebut masih dalam kondisi baik dan aman dikonsumsi selama beberapa waktu, akan tetapi selama periode itu dibutuhkan pengecekan apakah ada perubahan terhadap produk, hal ini dilakukan untuk menghindari mengonsumsi produk yang telah kedaluwarsa. Selain itu, klaim terhadap produk pangan, baik mengenai rasa, tekstur, dan bentuk, tidak dipertanggungjawabkan oleh perusahaan makanan tersebut, jika kita mengonsumsinya setelah tanggal ‘best before’ yang tercantum.

Namun, kita juga perlu memperhatikan. Ketika produk sudah dibuka, artinya tanggal kedaluwarsa tersebut sudah tidak berlaku. Beberapa produk pangan harus segera dikonsumsi dan dihabiskan sesaat setelah dibuka. Contohnya adalah minuman dalam kemasan, susu, yogurt, dan lain lain.

Kita juga harus cermat dalam membaca tanggal kedaluwarsa yang terdapat pada kemasan. Pada produk-produk impor, tanggal kedaluwarsa biasanya menyesuaikan penulisan penanggalan di negara masing-masing. Jika di Indonesia format penanggalan adalah DD/MM/YY, Format ini bisa berbeda lagi untuk negara yang lain.

Roda kehidupan pangan kemasan,
akan terus bergulir,
tanpa jeda tapi punya batas akhir,
maka manfaatkan dengan sebaik-baiknya,
agar tidak menjadi kedaluwarsa….

Sotja Prajati 73.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp