Kisah Pengalengan Ikan

Pada artikel sebelumnya telah diceritakan tentang kisah teknologi pengalengan. Kini kita akan belajar lebih lanjut mengenai teknologi pengalengan, khususnya pada ikan.

 

Proses pengalengan ikan memiliki tahapan tahapan tertentu. Secara garis besar, proses pengalengan ikan adalah sebagai berikut :

 

1. Ikan hasil penangkapan diletakkan dalam lemari pendingin bersuhu minus 20 derajat Celcius. Sehingga selama proses pengumpulan dan  pengangkutan, ikan tetap dalam kondisi segar.

 

2. Proses pencucian ikan dilakukan dengan air dingin yang mengalir untuk membersihkan bagian luar dan membuang bagian dalam yang tidak diperlukan, seperti otot, usus, dan bagian pencernaan. Bagian tulang tetap dipertahankan karena akan melunak oleh proses pemanasan,  serta keberadaannya dibutuhkan sebagai sumber kalsium.

Selain itu dilakukan juga penyiapan kaleng yang harus dalam keadaan bersih dari kotoran, serta kondisi kaleng dalam keadaan baik ( tidak bocor atau cacat ).

 

3. Proses Pemotongan Ikan dilakukan untuk membuang bagian tubuh ikan yang tidak diperlukan.

 

4. Proses pengisian kaleng dilakukan dengan memasukkan bumbu bumbu, saos, dan garam yang dimaksudkan untuk memberi rasa pada ikan. Kemudian ikan dimasukkan ke dalam  kaleng dengan berat yang telah ditetapkan. Kaleng-kaleng yang telah berisi ikan ditutup dengan penutup yang terbuat dari logam.

 

5. Proses Pemanasannya adalah sebagai berikut:  kaleng kaleng dimasukkan kedalam suatu tungku uap berukuran raksasa dan bertekanan tinggi,  dipanaskan sampai suhu di atas 121 derajat Celcius, dengan tekanan, dan dalam waktu tertentu, tergantung dari jenis serta ukuran ikan yang dikalengkan. Tujuan proses pemanasan ini adalah untuk sterilisasi terhadap keberadaan bakteri, mikroorganisme, termasuk, endospora yang sering digunakan sebagai tolak ukur karena paling tahan terhadap panas, sehingga jika endosporanya mati, maka semua mikroorganisme, parasit ataupun larva yang terdapat dalam bahan makanan yang dipanaskan, dapat dipastikan telah mati terlebih dahulu.

 

6. Setelah produk dingin, diberikan label, dan dikemas dalam kotak yang digunakan untuk menyimpan sejumlah kaleng produk.

 

Metode atau cara pengalengan ikan ini dianggap paling aman untuk menyimpan daging ikan. Kita tidak perlu  khawatir ikan terkontaminasi oleh bakteri, karena selain telah melalui proses pemanasan, bakteri yang berada di udara luar juga tidak bisa menembus kaleng. Pemakaian logam sebagai bahan pembuat wadah untuk pengawetan ikan, selain dapat tahan terhadap kontaminasi dari udara luar, juga mampu menahan benturan jika dibandingkan dengan wadah dari bahan lain. Selain itu logam juga mampu melindungi makanan dari kondisi di sekitarnya, sehingga kondisi makanan relatif tidak berubah sejak makanan tersebut dikalengkan. Itu sebabnya mengapa daging ikan yang dikalengkan dapat tahan beberapa bulan bahkan beberapa tahun. Agar diperoleh hasil yang maksimal khususnya bagi produk ikan kalengan, tentunya pengawasan mutu pada tiap tahapan proses mutlak harus dilakukan secara ketat. Sotja Prajati 73.

 

 

 

Referensi:

 

– How to Can Salmon

Fish

Foodreference.com –

Canning : A History of

Canned Food & Canning

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp