Boraks Dan Formalin

Dalam dunia pangan, dikenal istilah bahan tambahan pangan (BTP), yaitu bahan-bahan  yang ditambahkan dalam proses pengolahan makanan untuk tujuan-tujuan tertentu, seperti: pengawet, pengenyal, pewarna, dan penyedap rasa. Penggunaan bahan-bahan tersebut dalam makanan dibatasi kadar/jumlahnya, sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh BPOM, untuk tujuan keamanan pangan bagi kesehatan.

Bahan pengawet makanan ada 2 macam, yaitu pengawet alami dan pengawet sintetis. Pengawet alami adalah pengawet yang aman digunakan, contohnya, yaitu gula dan garam. Sedangkan pengawet sintetis ada bermacam-macam, antara lain adalah asam sorbat dan natrium benzoat, yang penggunaannya tidak boleh melebihi batas kadar yang diijinkan. Selain itu ada bahan-bahan kimia yang dilarang digunakan sebagai pengawet makanan, yaitu formalin dan boraks. Dua bahan terlarang ini sering sekali ditambahkan dalam makanan secara ilegal, yang tentu saja akan membawa dampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi.

FORMALIN

Formalin kerap ditemukan dalam produk makanan, seperti tahu, mie basah, ikan, dan daging ayam. Formalin merupakan bahan kimia yang hanya boleh digunakan untuk keperluan di luar tubuh, karena jika masuk ke dalam tubuh akan merusak organ-organ tubuh. Secara umum formalin digunakan untuk mengawetkan mayat. Pedagang makanan suka menggunakan formalin karena harganya lebih murah dibandingkan dengan bahan pengawet yang diijinkan seperti asam sorbat dan natrium benzoat. Formalin juga lebih irit dalam penggunaan karena berbentuk larutan. Bahaya formalin bagi tubuh manusia adalah memberikan efek toksik yang tinggi, serta bersifat karsinogenik yang dapat  menyuburkan sel-sel kanker.

Cara mendeteksi adanya formalin dalam makanan: rendam makanan ke dalam air, celupkan kertas indikator (bisa dibeli di apotek) ke dalam air rendaman, jika kertas indikator berubah warna berarti makanan tersebut positif mengandung formalin.

Ciri makanan berformalin

  1. Ikan : berwarna putih bersih, daging kenyal, insang tidak berwarna merah segar, tidak ada bau amis khas ikan, pada suhu kamar dapat tahan beberapa hari.
  2. Ayam potong : berwarna putih bersih, pada suhu kamar bisa awet beberapa hari.
  3. Tahu : bentuknya bagus dan kenyal, tekstur sangat halus, tidak mudah hancur, bau formalin sangat menyengat, pada suhu kamar dapat tahan sampai 3 hari, dalam kulkas tahan 2 minggu.
  4. Mie basah : warna mengkilap seperti dilumuri minyak, tidak lengket dan sangat kenyal (tidak mudah putus), pada suhu kamar bisa tahan sampai 2 hari, dalam suhu dingin di kulkas awet selama 15 hari.

 

BORAKS

Bentuk asli boraks adalah berupa serbuk kristal putih, tidak berbau, larut dalam air, tidak larut dalam alkohol. Kegunaan boraks adalah sebagai pengawet kayu.  Nama lain boraks di pasaran: pijer, cetitet, bleng, obat gendar, dan obat puli. Secara ilegal bahan ini terkadang digunakan untuk memperbaiki tekstur makanan, sehingga menghasilkan penampilan yang bagus. Boraks juga digunakan sebagai pengawet makanan.  Bahaya boraks bagi kesehatan adalah gangguan pencernaan, gangguan saraf, depresi, anemia, kanker, gangguan otak, hati, dan ginjal.

Cara mendeteksi adanya boraks dalam makanan : siapkan parutan kunyit serta kertas saring (dapat dibeli di apotek), tempelkan parutan kunyit ke permukaan kertas saring, diamkan 5 – 10 detik, angkat ampas kunyit, kemudian keringkan kertas saring. Makanan yang diduga mengandung boraks dipotong-potong menjadi beberapa bagian, direbus dalam panci berisi air, diamkan sampai suhu hangat, teteskan cairan rebusan ke bagian tengah kertas saring, jika kertas saring berubah warna menjadi merah bata berarti makanan positif mengandung boraks.

 

Ciri makanan yang mengandung boraks

  1. Bakso : lebih kenyal dan renyah, jika digigit akan kembali ke bentuk semula, warna lebih putih, bau tidak alami, jika dilempar ke lantai akan memantul seperti bola.
  2. Kerupuk (gendar dan puli) : jika digoreng akan mengembang dan empuk, teksturnya bagus dan renyah.
  3. Gula merah : tekstur keras susah dibelah, bentuknya bagus, terlihat butiran-butiran mengkilap di bagian dalam.

 

Itulah sekilas tentang dua bahan terlarang, tetaplah cermat memilih pangan yang aman serta menyehatkan, jangan cuma tergiur penampilan yg memikat, jika akhirnya hanya akan menuai penyakit.

 

referensi:

Balai POM. Ciri Bakso Mengandung Boraks. Palangkaraya: POM Palangkaraya, 2013.http://www.pom.go.id/index.php/subsite/balai/palangkaraya/18/tips/17 (20 November 2015)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp