Mengenal Tempe Lebih Dekat

Perkembangan Tempe Di Indonesia

Tempe merupakan salah satu makanan berbahan dasar kedelai yang dikonsumsi oleh masyarakat luas. Tempe dibuat dari biji kedelai yang difermentasikan dengan ragi tempe. Tempe dikenal baik oleh masyarakat karena kandungan protein nabatinya yang tinggi dan baik untuk kesehatan. Tingginya minat masyarakat terhadap tempe didukung oleh hasil SUSENAS dari Badan Pusat Statistik pada tahun 2016 yang menunjukkan bahwa konsumsi tempe perkapita mencapai 7.35kg.

Sejarah Tempe

Dikutip dari OkeZone.Com, kata tempe sebetulnya telah ditemukan dalam bab 3 dan bab 12 manuskrip Serat Centhini. Dalam BAB 3 Serat Centhini digambarkan perjalanan Cebolang dari Candi Prambanan menuju Pajang. Dalam perjalanannya, ia mampir di dusun Tembayat wilayah Kabupaten Klaten dan langsung dijamu makan siang oleh Pangeran Bayat dengan lauk seadanya.

“Brambang jae santen tempe.. asem sambel lethokan,” tutur Pangeran Bayat.

Sambel lethok sendiri diolah menggunakan bahan dasar tempe yang telah difermentasikan lebih lanjut. Kedelai dan tempe bahkan disebut secara bersamaan pada BAB 12 dengan bunyi, “..kadhele tempe srundengan..”.

Pada perkembangannya, tempe semakin berkembang dan banyak dikonsumsi sebagai pangan pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Berbagai penelitian dan pengembangan yang dilakukan pada masa itu membuat tempe semakin dikenal oleh masyarakat di luar Indonesia.

Kandungan Gizi Tempe

Tempe memiliki kandungan gizi yang baik untuk dikonsumsi. Menurut publikasi hasil penelitian Depkes RI tahun 1991, dalam 100 gram bdd tempe terkandung 20,8 gram protein. Protein sendiri bermanfaat bagi tubuh sebagai zat pembangun. Kemudian, dalam Booklet Tempe tahun 2012, disebutkan bahwa tempe mengandung isoflavon yang bermanfaat untuk membantu mencegah penuaan dini. Yang tidak kalah menarik adalah tempe mengandung bakteri probiotik dari hasil proses fermentasi. Jika diolah dengan cara yang tepat, bakteri probiotik dalam tempe ini bermanfaat  untuk kesehatan pencernaan. Tidak hanya itu, tempe juga memiliki berbagai kandungan nutrisi lainnya seperti lemak nabati, serat, kalsium, fosfor, vitamin, dAN lain lain yang juga dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh sehari – hari.

Perkembangan Terkini Tempe

Hari ini, tempe tengah diusulkan untuk masuk dalam warisan budaya UNESCO pada tahun 2021. Usulan ini merupakan kelanjutan dari ditetapkannya tempe sebagai warisan budaya nasional pada tahun 2017. Dikutip dari Tirto.Id, beberapa alasan yang mendasari usulan ini antara lain adanya dokumen yang menyebutkan tempe berasal dari Jawa Tengah dan pencantuman ‘tempe’ dalam  Serat  Centhini—yang berlatar abad 16-17; tempe telah mendunia; tempe kaya manfaat; dan nilai-nilai budaya tempe dapat menjadi nilai ekonomi.

Satu hal yang harus menjadi perhatian terkait dengan usulan tempe sebagai warisan budaya UNESCO adalah penggunaan kedelai sebagai bahan baku. Sebagai warisan budaya dari Indonesia, sudah sepantasnya tempe menggunakan bahan baku kedelai lokal asli Indonesia, tidak seperti saat ini yang masih didominasi oleh kedelai import. Hal ini didukung dengan berbagai penelitian yang telah membuktikan bahwa kedelai lokal yang ditangani dengan tepat akan menghasilkan tempe dengan kualitas yang unggul.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp