Menyoal Anisakis

Salah satu jenis makanan kalengan yang sering kita jumpai di atas meja makan sebagai teman makan nasi, yang selain lezat rasanya, juga praktis untuk menghidangkannya, adalah Sarden.

Sebetulnya sarden adalah nama salah satu jenis ikan yang diproses dan dikemas dalam kaleng,namun kemudian dalam perkembangannya beberapa jenis ikan yang lain juga dikalengkan, salah satunya adalah ikan mackarel yang akhir2 ini banyak diperbincangkan sehubungan dengan ditemukannya cacing didalam tubuh ikan tersebut.

Pada tanggal 28 Maret 2018,kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) : Yosef Dwi Irwan, menyatakan bahwa telah dilakukan uji sebanyak 541 sampel ikan mackarel dalam kaleng, terdiri dari 66 merek, dan 27 merek diantaranya dinyatakan positip mengandung cacing di dalam ikan yang dikalengkan tersebut, yang kemudian diketahui bahwa cacing tersebut adalah cacing Anisakis.

 

Siapa Anisakis itu??

Anisakis adalah cacing  dalam golongan nematoda yang hidup secara parasit dalam tubuh ikan air laut. Anisakis memiliki siklus hidup dari ikan air laut, khususnya berjenis Carnivora yang memangsa ikan kecil, udang,dan cumi. Cacing anisakis ini tumbuh menjadi larva pada tubuh ikan mackarel atau jenis ikan lain, seperti tenggiri, selar, hering, salmon, cod, dan di Indonesia jenis ikan yang sering menjadi habitat cacing anisakis, adalah : ikan kakap, kerapu, kuwe, kembung,dan berbagai ikan Carnivora lainnya. Dari larva lahirlah cacing dewasa yang mampu bermigrasi dari pencernaan menembus ke dalam usus dan masuk ke dalam daging, otot,dan organ dalam lain di tubuh ikan.

 

Apa bahayanya bagi manusia??

Manusia tertular cacing anisakis jika menelan ikan yang positip mengandung cacing anisakis dalam keadaan hidup, yaitu jika kita mengonsumsi ikan dalam keadaan mentah, atau dimasak setengah matang. Penyakit yang ditimbulkan oleh cacing ini disebut anisakiasis berupa reaksi alergi, gatal gatal, sampai yang parah berupa reaksi keracunan seperti muntah muntah, radang saluran pencernaan, diare, dan bisa berakibat fatal jika tidak segera dibawa ke dokter.

Sedangkan ikan yang sudah mengalami proses pemanasan di atas suhu 70 derajad celcius, atau pendinginan pada suhu minus 20 derajad celcius, tidak akan menyebabkan terjadinya proses infeksi terhadap manusia.

 

Apa yang terjadi pada anisakis selama proses pengalengan?

Pada proses pengalengan ikan, dilakukan pemanasan pada suhu di atas 120 derajad celcius. Selain itu pada waktu proses penangkapan, ikan mengalami penyimpanan pada suhu rendah, sehingga secara logika jika ditemukan cacing pada tubuh ikan, maka dapat dipastikan cacing  berada dalam keadaan mati, yang artinya tidak berbahaya bagi kesehatan, walaupun secara estetika bisa menimbulkan rasa jijik atau alergi bagi yang sensitif, serta dari segi hygiene memang tidak baik jika kita makan makanan bercacing.

Dalam keadaan yang khusus, cacing tersebut dapat mengeluarkan antigen ES dari tubuhnya akibat pemanasan,yang jika terdapat dalam jumlah banyak dapat menyebabkan keracunan.

 

Apa yang seharusnya dilakukan ??

Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, menyatakan cacing anisakis dalam ikan mackarel tidak berbahaya selama diolah dengan benar. Cacing itu mengandung protein (yang baik bagi kesehatan) dan cacing hanya bisa berkembang- biak jika berada pada habitat yg cocok dengan hidupnya, dan perut kita belum tentu cocok untuknya.

Ingat pesan bu menteri KKP :

Jika tidak makan ikan,

Tenggelamkan !!!

Maka jangan pernah ragu mengonsumsi ikan, karena ikan merupakan sumber protein dan omega 3 yang baik bagi tubuh. Sekali lagi dengan catatan harus diolah dan dimasak dengan benar. Sotja Prajati 73

 

 

Referensi :

Dokter Hendrawan Nadesul

Nur Cahyo (dosen Parasitologi FKH-UGM)

Kompas

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp